Jaringan Komputer WLAN - SEEVER BLOG

Breaking

Saturday, June 1, 2019

Jaringan Komputer WLAN


Kita telah mengenal jaringan komputer Local Area Network  (LAN) yang merupakan  kumpulan beberapa komputer yang terhubung dalam satu jaringan lokal  dengan media transmisi berupa kabel. Seiring dengan  berkembangnya teknologi yang menuntut sistem komunikasi lebih portable dan lebih murah maka lahirlah teknologi jaringan lokal tanpa kabel atau disebut dengan Wireless Area Local Network (WLAN).
WLAN adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi data, dimana informasi dari satu komputer ke komputer lainnya tanpa menggunakan kabel sebagai media perantara. Ketika sebuah data dikirimkan baik oleh pengirim sinyal WiFi (Wireless Fidelity), maka data biner akan dikodekan menjadi sebuah frekuensi radio kemudian akan ditransmisikan oleh perangkat wireless router. Berbeda dengan LAN yang memanfaatkan kabel sebagai media tarnsmisi, WLAN menggunakan udara sebagai media untuk mengirimkan data berupa gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik dikirim melalui alat yang disebut transmitter yang akan di tangkap oleh penerima yang disebut receiver [5].
            Konsep dari jaringan WLAN adalah dengan memanfaatkan sinyal radio dengan frekuensi standar  2,4 GHz dan 5GHz yang merupakan frekuensi yang biasa di pakai untuk perangkat-perangkat industrial, perkantoran dan kedokteran [5].
            Jangkauan jaringan komputer WLAN terbatas jarak maksimal antena yang digunakan pada Acces Point (AP). Acces point sendiri merupakan perangkat yang dilengkapi dengan antena sebagai transmitter dan receiver sebagai pengirim dan penerima sinyal. Pada umumnya sebuah AP dapat menjangkau area seluas ruangan kantor saja, namun jika ingin mempebesar daerah hotspot dapat digunakan antena eksetrnal yang memilki jangkauan lebih luas. Dengan acces point  komputer client bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung dengan jaringan LAN secara wiereless.

Komponen Jaringan Komputer WLAN

Sistem jaringan komputer  WLAN memiliki beberapa komponen sehingga dapat beroperasi diantaranya yaitu: server, acces point , antena dan client.

A.    Server

Server  adalah  seperangkat  komputer  yang  berisi  program-program  yang  mampu  menghasilkan informasi  yang akan didistribusikan kepada  komputer client. Server secara  sederhana  dapat  berupa  satu  buah  komputer  untuk  beberapa  layanan  aplikasi,  atau  jika jaringannya lebih kompleks dan rumit, maka server dapat disetting hanya untuk memberikan satu atau beberapa  layanan saja,  sementara  layanan  yang lain  diserahkan  kepada server  yang  lain [6].
Server berfungsi untuk mengatur lalu lintas data yang terjadi dalam sebuah jaringan. Komputer lain yang berfungsi sebagai client terhubung dengan aplikasi yang tersimpan di komputer server sehingga komputer cient dapat mengaksesnya. Server merupakan induk dari semua komputer yang terhubung dalam suatu jaringan komputer yang akan mengatur sistem jaringan misalnya membatasi akses dan melakukan kontrol data. Bentuk fisik dari server dapat dilihat pada Gambar 3.1.


Gambar 3.1 Bentuk Fisik Server [6]

Secara umum fungsi server dalam sebuah sistem jaringan komputer adalah sebagai berikut :
1.      Menyimpan aplikasi dan database yang dibutuhkan oleh komputer
yang terhubung.
2.      Menyediakan keamanan bagi komputers
3.      Melindungi komputer yang terhubung dalam jaringan dengan firewall.
4.      Menyediakan alamat IP  untuk komputer yang terhubung.

B.    Acces Point [7]

Acces Point (AP) merupakan piranti jaringan telekomuniaksi yang terdiri dari sebuah transceiver dan antena yang berfungsi untuk mentransmisikan dan menerima sinyal dari client. Dengan AP, client bisa dengan mudah tersambung dengan jaringan lokal secara wireless. Gambar 3.2 menunjukkan bentuk fisik dari acces point.

Gambar 3.2 Bentuk Fisik Acces Point Jenis Aruba [8]

Secara umum, AP berfungsi untuk mengatur lalu lintas data dari client ke server dalam jangkauan hotspot AP tersebut, sehingga memungkinkan untuk menghubungkan beberapa komputer client dalam satu jaringan. Secara terperinci sebuah AP dalam suatu jaringan komputer berfungsi sebagai berikut :
1.      Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai Dynamic Host Configuration Server (DHCP) server.
2.       Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA).
3.       Mengatur akses berdasarkan MAC address device pengakses.
4.         Sebagai hub/switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan  wireless/nirkabel.

3.         C. Antena

Antena merupakan perangkat  yang digunakan untuk memperluas area hotspot  agar dapat mengkases lebih banyak client. Setiap perangkat acces point umumnya sudah dilengkapi dengan antena, namun pada sistem jaringan tertentu yang lebih kompleks dan membutuhkan jangkauan lebih luas dapat memasang antena eksternal. Berdasarkan pola pengarahan (directiviy) antena dapat di bagai sebagai berikut :
1.      Antena Omni


Gambar 3.3 Bentuk Fisik Antena Omnidirectional [9]

Antena omnidirectional yang ditunjukkan pada Gambar 3.3 biasa disebut juga antena nondirectional yaitu jenis antena yang mempunyai pola pancaran ke segala arah atau jenis antena yang tidak memiliki pola pancaran ke satu arah tertentu. Antena ini sering digunakan dalam hubungan komunikasi nirkabel jarak pendek, yang menghubungkan Point to Multi Point (PTMP) atau yang menghubungkan satu titik pemancar ke banyak titik penerima. Sehingga antena ini dapat diletakan di tengah – tengah sebagai pemancar dan penerima pada posisi sekeliling antena. Karena antena ini memiliki sudut pancaran radiasi yang besar yaitu 360° atau satu putaran penuh pada sekelilingnya. Antena omnidirectional  secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi yang bekerja dengan baik pada jarak 1-5 km [10].

2.      Antena Sektoral
Antena Sektoral kadang kala di sebut dengan antena patch panel pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan antena omni. Biasanya digunakan untuk access point bagi sambungan PTMP. Umumnya antena sektoral mempunyai polarisasi vertikal, beberapa diantaranya juga mempunyai polarisasi horizontal.
Antena sektoral umumnya mempunyai penguatan lebih tinggi dari antena omni sekitar 10-19 dBi. Sangat baik untuk memberikan servis di daerah dalam jarak 6-8 km. Tingginya penguatan pada antena sektoral biasanya di kompensasi dengan lebar pola radiasi yang sempit 45-180 derajat. Jelas daerah yang dapat di servis menjadi lebih sempit, dan ini sangat menguntungkan. Secara umum radiasi antena lebih banyak ke muka antena, tidak banyak radiasi di belakang antena sektoral. Radiasi potongan vertikal tidak berbeda jauh dengan antena omni [11]. Bentuk fisik dari antena sektoral ditunjukkan pada Gambar 3.4.


Gambar 3.4 Bentuk Fisik Antena Sektoral [12]

3.      Antena Directional [13]
Antena directional memiliki gain yang paling kuat sehingga cocok untuk komunikasi jarak jauh baik PTP ataupun PTMP. Gambar 3.5 menunjukkan bentuk fisik antena directional.


Gambar 3.5  Bentuk Fisik Antena Directioanal Tipe Parabola Disch [14]

Beberapa tipe antena pengarah adalah sebagai berikut.
·         Yagi
·         Biquad
·         Horn
·         Helicoidal
·         Antena patch
·         Parabola disch,dll

D.  Client

Dalam sistem jaringan, komputer  atau perangkat yang menjadi pelanggan untuk menerima layanan dari server disebut dengan client, artinya komputer yang menjadi client adalah komputer yang menggunakan berbagai sumber daya dari server. Dalam sistem jaringan, komputer server dan komputer client saling terhubung membentuk suatu jaringan [15].



Sumber :

[5]      Wulan, C.,Wiwin,S.2017. Analisis Radio Frequency Channel Wireless Fidelity (WiFi) pada Performa Jaringan WiFi FTI UKSW (Studi Kasus WiFi FTI UKSW). Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
[6]       Anonim. 2018. Pengantar WLAN dan Router. Jakarta: Laboratorium Lanjut Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma.
[7]       Wulandari, Pipit. 2017. Studi Analisa Quality Service Pada Jaringan WIFi di Gedung KPA POLSRI. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
[8]    Aruba AP-274 Access Point. Diakses 13 Mei 2019, 00:13 WIB. Ubiquiti Networks : https://www.securewirelessworks.com/Aruba-AP-274.asp
[9]       Dual Polarity Omni. Ubiquiti Networks. Diakses pada 13 Mei 2019, 20:31 WIB. https://www.ui.com/airmax/airmax-omni-antenna/
[10]     Hanafi, Muhamad. 2015. Analisa Perancangan Antena Omni Vertikal Sebagai Transceiver Penguat Router WIFi dengan Frekuensi 2.4 GHz. Pontianak : Universitas Tanjung Pura.
[11]      Mahyudin, Fahmi. 2011. Analisa Pengaruh Tliting Antena Sektoral BTS Secara Electrical dan Mechanical Terhadap Perolehan Sinyal MS dan Kualitas Layanan. Medan :UNiversitas Negeri Sumatra Utara.
[12]      Airmax Sector Antenn. Ubiquiti Networks. Diakses pada 14 Mei 2019, 00:09 WIB. <https://www.ui.com/airmax/airmax-sector-antenna/>
[13]     Mayang ,S.Widya. 2015. Rancang Bangun Eksternal Pembalik 2.4 Ghz untuk Komunikasi Antena Wireless Lan (WLAN). Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya.
[14]      Airfiber Antenna. Ubiquiti Networks. Diakses pada 14 Mei 2019, 00:09 WIB. <https://www.ui.com/airmax/airfiber-antenna/ >
[15]      Konsep Client Server. Info Elektro . Diakses pada 14 Mei 2019 , 00: 50 WIB. <http://www.info-elektro.com/2013/02/konsep-client-serverjaringan-komputer.html>

No comments:

Post a Comment