Tipe Jaringan Wirless - SEEVER BLOG

Breaking

Saturday, June 1, 2019

Tipe Jaringan Wirless

Tipe  Jaringan Wirless 

Pada jaringan wireless terdapat standarisasi yang digunakan untuk penyesuaian kerja hardware atau software yang dibuat oleh berbagai vendor. Standar tersebut dikeluarkan oleh IEEE yang dikenal sebagai standar IEEE 802.11 yang berada di Amerika. IEEE 802.11 membagi standar saluran menjadi beberapa saluran, diantaranya yang paling banyak digunakan adalah IEEE 802.11b/g  untuk frekuensi 2.4 GHz dan IEEE 802.11a  untuk frekuensi 5 GHz. Gambar 3.6 menunjukkan konfigurasi setiap perangkat memiliki tipe tersendiri [16].



Ad-Hoc

Infrastruktur

Repeater

Bridge

Router

Non Root Bridge

Root Bridge

802.11 Network Mode
Gambar 3.6 Tipe Jaringan Wireless [16]

Dasar pembangunan blok jaringan 802.11 adalah disebut Basic Service Set (BSS), BSS adalah gabungan dari group station yang saling terkoneksi antara satu stasiun dengan stasiun yang lainnnya. Komunikasi yang berlangsung dalam area tersebut dinamakan Basic Service Area (BSA). Untuk menghasilkan jaringan bermodel BSS pengaturan mode jaringan pada setiap station atau antena perlu dikonfigurasikan. Tipe konfigurasi jaringan dibedakan menjadi mode Ad-Hoc, infrastruktur, repeater, bridge dan router [16].

1)      Tipe Ad – Hoc
Ad-Hoc adalah wireless card yang digunakan untuk jaringan PTP, PTMP atau MPTMP, dimana tidak ada satu master node atau AP. Dalam mode ad-hoc, setiap card berkomunikasi langsung dengan tetangga. Node harus dalam jangkauan satu sama lainnya untuk berkomunikasi, dan harus setuju pada nama jaringan (SSID) dan kanal yang digunakan. Skema tipe jaringan Ad-Hoc ditunjukkan pada Gambar 3.7


Gambar 3.7 Jaringan wireless Ad-hoc [16]

2)      Tipe Insfratruktur
Infrastruktur adalah jaringan yang terdiri dari suatu AP router yang menyediakan layanan berbagai akses data bagi client, sehingga setiap client untuk melakukan konektivitas ke AP melalui frekuensi tertentu, SSID atau autentifikasi password yang disediakan oleh AP. Setiap client yang akan terhubung ke AP harus terkonfigurasi dalam mode infrasturktur. Skema tipe jaringan infrastruktur ditunjukkan pada Gambar 3.8.

Gambar 3.8 Jaringan Wirless Tipe Insfratuktur [16]

3)      Tipe Repeater
Repeater adalah node yang dikonfigurasi untuk merelay trafik yang tidak diperuntukkan untuk node atau AP itu sendiri. Dalam sebuah jaringan mesh, setiap node adalah pengulang. Dalam jaringan infrastruktur tradisional, node harus dikonfigurasi untuk meneruskan trafik ke node AP lain. Biasanya kedua radio repeater dikonfigurasikan untuk mode infrastruktur, untuk mengijinkan beberapa client untuk melakukan sambungan ke salah satu sisi pengulang. Tetapi tergantung pada tata letak jaringan, satu atau lebih perangkat mungkin perlu di set dalam mode ad-hoc atau mode client. Dalam pengaplikasiannya repeater digunakan untuk mengatasi kendala di sambungan jarak jauh. Skema tipe jaringan repeater ditunjukkan pada Gambar 3.9.


Gambar 3.9 Jaringan Wireless Mode Repater [16]

4)      Tipe Bridge
Bridge  merupakan suatu mode dimana pengaplikasiannya digunakan untuk menggabungkan jaringan lokal ethernet melalui jaringan wireless (berbeda subnet atau berbeda kelas IP address), contoh sederhananya menggabungkan dua jaringan LAN pada dua gedung yang berbeda. Skema tipe jaringan bridge ditunjukkan pada Gambar 3.10.


Gambar 3.10 Jaringan Wireless Tipe Bridge [16]

Pada mode bridge terdapat dua pengelompokan mode jaringan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda sebagai berikut :
1.      Mode Root Bridge :
Mode ini digunakan apabila kita memiliki lebih dari satu antena atau AP yang dikonfigurasikan dengan mode bridge. Salah satunya harus bertindak sebagai root bridge. Suatu root bridge hanya dapat berkomunikasi dengan mode non root bridge dan client device lain, tetapi tidak dapat digabungkan dengan mode root bridge lain.
2.      Mode Non Root Bridge
Dalam mode ini dapat bergabung dengan mode root bridge. Beberapa wireless bridge mendukung suatu client untuk terhubung ke non root bridge, selagi bridge adalah bertindak sebagai AP mode. Mode ini memiliki kemampuan untuk secara simultan bertindak sebagai AP mode dan bridge mode. Client dapat terhubung ke AP mode (bridge sebagai AP mode) dan bridge berkomunikasi dengan bridge mode lainnya.
3.      Tipe Router
Mode ini hanya berlaku untuk pada antena. Dalam pengaplikasiannya antena tersebut dapat bertindak sebagai router yang menggabungkan dua jaringan LAN yang sudah ada melalui jalur koneksi wireless. Mode ini berbeda dengan bridge, sebab router memiliki kemampuan yang lebih banyak dan beroperasi lebih cepat (Layer 3 Network) dan memiliki perbedaan data, bila bridge untuk melayani frame, tetapi pada router melayani paket data. Kelebihan lainnya router mampu melakukan routing jaringan.

  Tipe Sambungan WLAN [16]

Dalam membangun jaringan wireless, terdapat tiga tipe  konfigurasi sambungan yang harus diperhatikan sebagai berikut :
1)      Point to Point (PTP)
Sambungan point to point biasanya menyediakan sebuah koneksi internet dimana akses lain tidak tersedia. Satu sisi dari sambungan point to point memiliki koneksi internet, sementara yang lain menggunakan sambungan tersebut untuk mendapat koneksi internet. Misalnya, sebuah universitas mungkin mempunyai sambungan frame relay atau VSAT yang cepat di tengah kampus, tetapi tidak mampu untuk membuat sambungan tersebut bagi bangunan penting yang ada di luar kampus. Jika bangunan utama di kampus memiliki pandangan terbuka ke bangunan diluar kampus, sambungan point to point dapat digunakan untuk membuat kedua bangunan tersebut tersambung. Hal ini dapat berupa tambahan atau bahkan menggantikan sambungan dial up. Dengan antena yang tepat dan line of sight, sambungan PTP dapat mentransmisikan sinyal sejauh 30 meter.
2)      Point To Multipoint (PTMP)
Tata letak jaringan yang juga sering dihadapi adalah point to multipoint. Apabila beberapa titik (antena) tersambung ke pusat akses, ini merupakan aplikasi point to multipoint. Contoh yang khas dari tata letak point to multipoint adalah penggunaan acces point nirkabel yang menyediakan sambungan ke beberapa laptop. Laptop tidak berkomunikasi satu sama lain secara langsung, tetapi harus dalam wilayah acces point untuk dapat menggunakan jaringan.

3)      Multipoint to Multipoint (MPTMP)

Tipe tata letak jaringan yang ke tiga adalah jaringan multipoint to multipoint, yang juga disebut sebagai ad-hoc atau jaringan mesh. Dalam jaringan multipoint to multipoint, tidak ada kewenangan pusat. Setiap node pada jaringan dapat membawa lalu lintas data dari setiap node lainnya yang memerlukan, dan semua node berkomunikasi satu sama lain secara langsung.


Sumber :


[16]      Ragasari, Dia. Jaringan Komputer Dasar-WLAN-SK. Diakses pada 22 Februari 2019 pukul 19.05 WIB. <https:// dia_ragasari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/54849/WLAN Minggu+11.pdf>

No comments:

Post a Comment